mimpi dalam kantung

Pantat sudah kami lap dengan kertas pelajaran bahasa yang berbeda

Lalu kami belajar meski bentuk mata dan ejaan nama tak sama

Panggil kami dengan apa saja dan tawa itu tak akan berubah makna

Perbedaan tidak membuat kami berjauhan

Sebab mimpi dalam kantung ini tentang kebersamaan

Meski semungil anak anjing yang bisa ditelantar dalam sampah, itu sebuah kembang yang tumbuh ke masa depan

Oktober 2009

kelar nonton Flower in The Pocket

sonata keluarga

Kadang peristiwa sederhana jadi rumit demi status quo sonata

Belajar piano, diberhentikan kerja atau butuh uluran tangan bangkit dari sofa saja bisa bisu nadanya

Keputusasaan pun dipaksa jadi konduktornya

Mungkin karena keluarga dibentuk dari harmonisasi yang mestinya dijujurkan berbeda

Oktober 2009

kelar nonton Tokyo Sonata

sebuah pelantikan

Robot-robot berkemasan baru

Mengangguk-angguk dengan gaya baru

Menggulung gumam nada yang mencoba baru

Sayang baterenya masih yang lama

Skema rangkaian janjinya juga melapun lama

Dan kenapa kami masih disuguhkan tepuk tangan dari pertunjukkan yang sama?

Ah, sudahlah. Bisa buktikan pada kami kalau itu bobot bukan robot?

Oktober 2009

Perang Bajingan

Dalam perang semua fair, Bung

Pertaruhannya pun tak lebih besar dari kantung pelir

Jidatmu adalah cap dendam menikung

Dan di persongkolan kedengkian ini, kulit kepalamu cuma sekedar suvenir

Oktober 2009

Kelar nonton Inglourious Basterds

mencarimu

Luka itu memang sudah lama

Tapi irisannya baru saja terasa

Membuat lesap-perih jadi tidak sederhana

Sekarang aurkan sedikit sabar manisku

Aku sedang kembali tumbuh mencarimu

Memupuk cinta kita yang baru

Oktober 2009

tentang bom

Bukan letusan besar yang membangkarkan hati

Bunyi kemerosok lembut ketidaksepakatan akan damai jauh lebih mengiris-ngeri

Bila menindas sebiji zarah manusiawi

Lalu mesiu, kabel-kabel maut dan hulu ledak menjadi hakim yang mencekik masa depan mimpi

Dan kita berlindung pada ketebalan jaket harap yang terayun ditipisnya batas hidup-mati

Oktober 2009

kelar nonton The Hurt Locker

yang telah lewat

Kenangan sangat pintar mencungkil hasrat

Membalikkan helai-helai harap yang berkarat

Ternyata kau tak pergi juga tanpa memberat

Atau aku yang bodoh melompati sekat waktu yang lewat

April 2002

tentang sekrup

Sudah ditentukan

Kau tak bakal ikut putaran

Tidak di bawah, apalagi di atas

Tapi roda bergayut pada ulirmu

Pada lingkar bahumu

Terus sampai kau aus dan putus

Lalu sebuah sekrup baru dipasang

Roda berderak meregang pecapaian-pencapaian

Cuma, adakah yang menghitungmu pada nasib, kawan?

Maret 2002

tentang saya

Apa?

lalu,

Siapa?

lantas

Dimana?

berikutnya,

Kapan?

menerimanya,

Bagaimana?

dan akhirnya,

Kenapa?

Juni 2003

tentang persimpangan

Terkadang persimpangan itu membingungkan

Sebab setiap kelok adalah Pandora kesempatan

Arah angin tak bisa dijadikan pegangan

Tapi ini hidup memang bersimbah simpangan

Berjalan saja tenang

Tengadahkan hati dengan lapang

Good luck, sampai lampu merah penghabisan

Oktober 2002

Theme created by: Roy David Farber and Hunson. Powered By: Tumblr...
1 of 8